Minggu, 13 Mei 2012

Analisis Kasus Perkembangan Anak


Perkembangan merupakan hasil proses kematangan di mana mempunyai fungsi umum ras atau fungsi filegenetik dan fungsi ontogenetik, yaitu fungsi khas individu. Apabila anak sudah siap atau matang untuk menerima tugas tertentu maka pada saat itulah merupakan saat yang tepat untuk diajar. Pengajaran menjadi sia-sia bila diberikan pada waktu yang tidak tepat atau dipaksakan, sebaliknya akan membuahkan hasil bila dilakukan pada saat yang tepat. Proses kematangan adalah saat di mana suatu kekuatan dari dalam diri anak yang mendorong berkembangnya suatu fungsi. Kematangan dapat mempengaruhi kualitas hasil usaha belajar anak.
Beberapa ciri dari tugas perkembangan, di antaranya mengikuti pola tertentu, perkembangan bergerak dari tanggapan yang umum menuju tanggapan yang khusus, berlangsung secara berkesinambungan dan perkembangan dapat diramalkan.
Setiap manusia mempunyai pengalaman, dengan bekal pengalaman positif dan pengalaman negatif anak tumbuh dan berkembang.
Perkembangan anak dipengaruhi oleh banyak faktor yang dapat dibagi menjadi faktor hereditas dan faktor lingkungan. Kedua faktor ini membentuk perbedaan individual yang merupakan ciri atau karakteristik masing-masing individu.
Faktor hereditas yang dianggap mempengaruhi perkembangan anak adalah sebagai berikut:
·         Faktor fisik, sebagian merupakan bawaan yang tidak dapat diubah, tetapi sebagian ditentukan oleh pemeliharaan ketika kehamilan, gizi, olahraga, dan kesehatan umum.
·         Jenis kelamin, berpengaruh pada kemampuan kognitif, keterampilan, dan sikap.
·         Kesehatan terutama penyakit turunan.
Genie bertubuh bungkuk, kurus kering dan kotor ini menandakan bahwa kondisi kesehatannya tentu saja buruk, perkembangannya pun menjadi tidak maksimal karena buruknya kondis kesehatannya yang disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan oleh ayahnya.
·                                 Kecerdasan, yang berbeda bagi setiap orang
·                                 Bakat yang dimiliki individu itu sendiri
Untuk kasus ini, faktor bakat tidak berpengaruh terhadap perkembangan Gdnie.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak adalah sebagai berikut :
·         Keluarga, yang mencakup jumlah anak dalam keluarga, nomor kelahiran, perubahan struktur keluarga, latar belakang pendidikan orang tua, dan status sosial ekonomi.
Genie tidak bisa berbicara dapat disebabkan karena orang – orang disekitar tempat tinggalnya tidak pernah berbicara atau Genie tidak pernah mendengar seseorang bercakap – cakap di depannya, contohnya ayahnya yang tidak pernah berbicara dengan Genie sejak kecil apalagi ibunya yang juga tidak berani bicara karena takut dengan ayah Genie. Hal ini menyebabkan seorang anak tidak mampu berkomunikasi dengan baik karena keterbatasan kosakata yang didengar. Genie tidak mendapatkan pendidikan yang baik di rumahnya, sehingga dia berkelakuan aneh, perilakunya tidak menunjukkan anak yang normal.
·   Sekolah sebagai pendidikan formal, yang sangat besar pengaruhnya bagi setiap orang terutama dalam bersikap dan bertindak.

Dalam kasus ini, Genie tidak mendapatkan pendidikan formal layaknya anak seusianya, sehingga dia kepandaian yang dimiliki setara dengan anak berusia satu tahun.
·   Budaya dan masyarakat yang mempengaruhi berbagai aspek belajar terutama dalam sikap dan nilai, bahasa, serta reaksi terhadap iklim dan disiplin kelas.
·   Media baik media elektronik maupun media cetak.


Berdasarkan analisis factor-factor yang mempengaruhi perkembangan anak, aliran psikilogi yang sesuai dengan keadaan Genie adalah aliran Empirisme / Lingkungan dengan tokohnya John Locke (1632-1704), yang berpendapat bahwa perkembangan anak ditentukan oleh faktor lingkungan. Anak yang baru lahir laksana kertas putih bersih. Menurut teori empirisme, bantuan dan bimbingan orang dewasa atau pendidik memegang peranan penting dalam perkembangan anak dan bagaimana orang itu mengisi kertas putih ini  Ada empat prinsip yang harus diperhatikan guru dalam membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal, yaitu prinsip asosiasi, pengulangan, peniruan, serta ganjaran dan hukuman. Orang tua adalah tokoh penting yang mengatur rangsangan – rangsangan dan mengisi atau membentuk kepribadian anak tersebut.
Ada empat prinsip yang harus diperhatikan guru dalam membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal, yaitu prinsip asosiasi, pengulangan, peniruan, serta ganjaran dan hukuman. Orang tua adalah tokoh penting yang mengatur rangsangan – rangsangan dan mengisi atau membentuk kepribadian anak tersebut.

Kesimpulan
Dari kasus telah yang kami analisa tadi, kami dapat menarik kesimpulan bahwa pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak sangatlah pengaruhi faktor lingkungan. Orang tua mengambil peranan penting penting, karena orang tua merupakan lingkungan pertama dari anak. Ada empat prinsip yang harus diperhatikan guru dalam membantu siswa mencapai perkembangan yang optimal, yaitu prinsip asosiasi, pengulangan, peniruan, serta ganjaran dan hukuman. Orang tua adalah tokoh penting yang mengatur rangsangan – rangsangan dan mengisi atau membentuk kepribadian anak tersebut.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | healthy for life by qurniatifirdaus.blogspot.com - Premium Blogger Themes | cheap international calls